-->
Link Aggregation pada CSS 326-24G-2S+RM

Link Aggregation pada CSS 326-24G-2S+RM

Link Aggregation pada CSS 326-24G-2S+RM


Link Aggregation atau Bonding adalah suatu metode yang digunakan untuk menggabungkan lebih dari satu interface untuk mendapatkan bandwidth yang lebih besar. Jika bandwidth terbatas pada sebuah interface, sedangkan kebutuhan akses lebih dari kapasitas bandwidth interface maka pada kondisi tersebutlah kita membutuhkan Link Aggregation. Misalnya satu port fast-ethernet terbatas di 100Mbps, padahal kebutuhan kita adalah 200Mbps. Maka kita bisa membangun Link Aggregation dengan dua interface, dengan kapasitas bandwidth 100 + 100 = 200Mbps. 

Saat ini CSS 326-24G-2S+RM sudah support untuk Link Aggregation mode LACP (802.3ad), namun untuk sisi Router juga harus menggunakan mode yang sama yaitu LACP. Jika sisi Router tidak menggunakan mode LACP maka bonding tidak berjalan, karena switch CSS 326-24G-2S+RM hanya support Link Aggregation dengan mode LACP (802.3ad). Berikut contoh topologi yang kami gunakan. 

 
Dari topologi diatas, interface ether2 dan interface ether3 pada Router CCR terhubung ke Switch CSS 326-24G-2S+RM, kemudian ether23 dan ether24 pada CSS terhubung ke interface ether2 pada router 450G. Dengan memanfaatkan fitur bonding supaya nantinya kita akan mendapatkan maksimum bandwidth rate. Jadi secara teori kurang lebih kita akan mendapatkan total bandwidth sebesar 2Gbps. Untuk langkah-langkah konfigurasinya sebagai berikut:
Konfigurasi pada Router 
Pertama, kita tambahkan interface bonding pada Router. Pilih Interfaces -> Bonding klik Add [+]. Tambahkan interface mana saja yang mau di bonding. 
 
Berdasarkan topologi diatas kita tambahkan interface ether2 dan ether3 pada Router CCR. Kemudian tentukan mode bonding yang mau kita gunakan. Karena CSS saat ini support untuk mode LACP (802.3ad) maka gunakan mode LACP (802.3ad) pada router CCR tersebut. 
Konfigurasi pada CSS 326-24G-2S+RM 
Untuk konfigurasi link aggregation ada di menu LAG. Ada 3 mode yang di sediakan yakni Passive, Active, dan Static. Secara default menggunakan mode Passive. 
 
 
Tentukan port yg akan digunakan untuk link aggregation, yakni port2 dan port3. Dan modenya menggunakan mode passive (default). Jika sudah, akan muncul informasi trunk dan partner dari interface bonding di router R1.

Kemudian untuk mengetahui seberapa besar bandwidth yang bisa dilewatkan dari interface bonding, kita juga akan melakukan bandwidth test. Dan berikut hasil pengujian yang kami dapatkan menggunakan mode LACP (802.3ad). 
Dari hasil test tersebut dapat dilihat bahwa penggabungan kedua interface (link aggregation) pada CSS 326-24G-2S+RM berhasil dilakukan, sehingga secara total troughput yang dilewatkan bisa lebih dari 1Gbps pada interface bonding yang dibuat. 

Semoga Bermanfaat :)😉
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

tulis komentar anda.....

Advertiser